Bulan depan sudah saatnya bagi saya untuk memperpanjang asuransi mobil. Itu berarti satu pos pengeluaran lagi yang harus saya persiapkan. Dalam hati saya maunya tidak saya perpanjang asuransi mobil tersebut, tapi koq ya ragu-ragu. Banyak keraguan, nanti kalo ada kecelakaan bagaimana? Kalau dicuri atau dirusak orang siapa yang mau ganti ? Sayang juga kalau kebaret saat lagi diparkir, biaya cat ulang kan lebih mahal dari asuransi nya ?
Otak saya bagian lain bilang begini, iya itukan kalau terjadi apa2 kalau tidak terjadi apa2 bagaimana?
Otak kanan saya jawab lagi, siapa yang tahu akan terjadi apa2 atau tidak ?
Akhirnya saya putuskan untuk tetap memperpanjang asuransi saya tersebut. Saya berpikir, walaupun asuransi mobil saya itu berarti satu pos pengeluaran lagi yang harus dipersiapkan, paling tidak saya masih bisa membayarnya. Seandainya ada resiko dan saya tidak memiliki asuransi mobil, sudah pasti saya lebih sulit untuk membayar perbaikannya atau bahkan membeli mobil baru kalau hilang.
Kemudian saya teringat dengan asuransi jiwa saya, bukan kah jiwa saya lebih mahal dibandingkan dengan mobil. Sesulit-sulitnya mencari uang untuk perbaikan mobil seandainya saya tidak memiliki asuransi mobil, paling tidak saya masih bisa mencari uang tersebut. Tapi kalau ada resiko dengan jiwa saya, baik sakit atau bahkan meninggal, siapa yang akan mencari uang untuk keluarga saya ???