Modus Fraud di Asuransi Jiwa (Kesehatan)

Berita asuransi yang paling populer beberapa hari ini ialah CEO atau Presiden Direktur Perusahaan Asuransi Allianz dijadikan tersangka karena dituduh menipu nasabah dan tidak membayarkan klaim.

Klaim yang diajukan tidaklah besar hanya belasan juta. Sungguh menjadi aneh bila nominal yang kecil Perusahaan mau menipu nasabahnya.

Mungkin Allianz mencium adanya Fraud atau kecurangan dalam klaim yang diajukan sehingga proses pembayaran klaim menjadi lebih panjang dan menyebabkan Presiden Direktur Allianz menjadi terdakwa.

Fraud yang dicurigai ialah klaim atas manfaat Rawat Inap Harian.  Modusnya, nasabah membeli asuransi jiwa dengan tambahan Santunan Harian Rawat Inap. Manfaat yang diambil biasanya yang paling maksimal, bisa 1jt/hari sd 2jt/hari. Manfaat ini diambil karena sewaktu klaim hanya diminta kuintansi legalisir bukan kuitansi yang asli.

Nasabah tidak hanya mengambil di 1 perusahaan tapi bisa sampai 10 perusahaan yang menjual produk sejenis. Untuk usia 25-30 preminya antara 1jt-2jt/bulan.

Mari kita hitung. Jika nasabah tersebut dirawat 7hari, maka ia berhak klaim 7x2jt = Rp14jt dari satu perusahaan asuransi. Jika ia membeli di 10 perusahaan maka uang yang ia dapat Rp 140jt. Bagaimana kalau ia klaim 6 bulan berturut-turut, 1x sakit selama 5 hari saja. Uang yang ia dapat ialah 6 bulan x 5 hari = 30 hari x 2jt/hari = Rp 60jt dari 1 perusahaan. Bila ada 10 perusahaan maka ia dapat Rp 600jt dalam 6 bulan. Wooowww bukan ???

Berapa premi yang ia bayarkan ? 10 perusahaan x 2jt/bulan x 6 bulan = Rp 120jt. Untungnya berarti Rp 480jt dalam 6 bulan. Lumayan ???

Lalu bagaimana cara ia sakit ? Ini modus lain lagi, bisa minum susu basi, 2 hari puasa lalu makan mie instan, dll…Penyakit yang diklaim tidak jauh dari diare dan gejala typhus karena ini yang paling mudah.

Dengan modus seperti ini beberapa Perusahaan Asuransi agak ketat dalam pembayaran klaim dan bahkan menolak klaim jika ditengarai fraud.

Semoga ini menjadi jelas kenapa Perusahaan Asuransi bisa tidak membayar klaim yang nilainya kecil.

Baca juga :

Siapa Alvin Lim, sang pengacara ?

Siapa Ifranius , nasabah yang klaim ditolak lalu menuntut Allianz ?

Presiden Direktur Allianz menjadi tersangka

Bagaimana nasib nasabah bila Perusahaan Asuransi ditutup ?

Advertisements

Bagaimana Nasib Nasabah bila Perusahaan Asuransi Ditutup ?

Berita yang paling hangat ialah Presiden Direktur salah satu Perusahaan Asuransi Joint Venture dijadikan terdakwa oleh nasabah & pengacaranya karena unsur pidana, dalam hal ini penipuan tidak membayarkan klaim.

Di halaman facebook sang pengacara, beliau mengutip kata2 dari pejabat kepolisian bahwa Perusahaan Asuransi bila terbukti bersalah dapat dibekukan kegiatan operasinya dan pencabutan izin operasinya.

Tentunya ini sangat meresahkan para nasabah sehingga beberapa teman juga mengirimkan pertanyaan dan konfirmasi atas kejadian yang terjadi.

Lalu, seandainya hal itu benar terjadi bagaimana ? Pastinya jika perusahaan dibekukan maka tidak ada yang dapat dilakukan Perusahaan, baik hal penjualan ataupun pembayaran klaim. Dalam hal ini yang dirugikan ialah semua pihak, terutama perusahaan, karyawan dan tentunya para nasabah yang jumlahnya ribuan.  Hal ini akan menjadi sesuatu yang buruk di mata internasional terlebih lagi saat ini Indonesia membutuhkan investasi asing yang masuk ke dalam negeri.

Melihat lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya, apakah mungkin akan tutup jika hanya klaim yang tidak dibayar senilai belasan juta rupiah ??? Rasanya koq ya tidak ya…

Saya melihat kasus penolakan klaim ini mungkin memang ada celahnya untuk dibuat perkara pidana yang memungkinkan pencabutan izin operasi. Celah yang kecil ini lalu dibuat heboh , semakin heboh semakin terkenal pihak2 yang mungkin akan mendapatkan keuntungan dari kehebohan ini.

Saya berharap kita menanggapi kasus ini dengan bijak, jika kita nasabah kita tanyakan kepada agen asuransi kita. Apabila kita sebagai agen asuransi , jangan berbesar hati lalu mendiskreditkan perusahaan yang sedang diterpa masalah ini karena mungkin saja suatu hari masalah itu akan datang kepada perusahaan Anda.

Percayalah, tidak ada perusahaan asuransi yang tidak mau membayar klaim jika semua sesuai klausul dan tidak ada fraud.

Baca juga :

Modus Fraud di Asuransi

 

 

Siapa Alvin Lim – Pengacara Penuntut Asuransi Allianz

foto : fb profile alvin lim

Mudah sekali mencari profil Alvin Lim di Facebook.  Dan juga ada sebuah berita tentang beliau mengenai sebuah kasus penculikan terhadap anaknya sendiri. (detik.com).

Di akun fb miliknya Alvin Lim tidak menghindar dari tudingan mengenai kasus penculikannya dan sudah menjalani hukuman yang telah ditetapkan. Dan kini ia balik menantang terdakwa dalam kasus penolakan klaim asuransi kliennya agar juga berani menanggung akibat dari tindakan yang telah dilakukan.

Nama Alvin Lim juga muncul dalam kasus Ifranius yang secara kebetulan saat ini menjadi nasabah yang dirugikan oleh Allianz karena klaimnya ditolak dan Ifranius ikut sebagai pelapor dalam kasus penolakan klaim Allianz.

Baca juga :

Siapakah Ifranius ?

Bagaimana nasib nasabah jika  Perusahaan Asuransi ditutup ?

CEO Allianz jadi tersangka

Modus Fraud dalam Asuransi

 

Presiden Direktur Asuransi Jiwa Allianz Jadi Tersangka

Akhir September hujan mulai turun di Jakarta. Awan gelap tidak hanya menaungi Jakarta tetapi juga perusahaan Asuransi asal Jerman, Allianz.

Mengutip berita dari metrotvnews.com dan detik.com , Presiden Direktur Allianz menjadi tersangka karena menolak klaim yg nilainya  sebenarnya bisa dibilang sangat kecil tidak sampai Rp 20jt.

Lalu kenapa, Presiden Direktur dan bagian klaim bisa menjadi tersangka ? Ini karena klaim atas nama nasabah Ifranius Al Gadri tidak dibayarkan. Nasabah akhirnya melaporkan ke polisi atas hal ini.

Biasanya, jika masalah klaim  menjadi perkara perdata, tapi kali ini yang dikasuskan adalah masalah pidana. Pidana karena menurut pengacara Alvin Lim pihak Allianz mempunyai niat menipu agar kliam tidak dibayarkan.

Alvin Lim, pengacara si nasabah menuntut untuk menutup Perusahaan Asuransi Allianz dan menganjurkan untuk menjauhi perusahaan yang melanggar hukum Asuransi Allianz (klaimku.com)

Lalu, apa pendapat para agen asuransi tentang perkara ini ?

Bagaimana pula nasib nasabah jika Allianz ditutup ?

Dan apa yang sebenarnya terjadi ?

Siapa Alvin Lim sang pengacara ?

Siapa sebenarnya nasabah Ifranius Al Gadri ?

 

 

 

Siapa Ifranius AlGadri pelapor CEO Allianz hingga jadi terdakwa ?

foto : korantangerang.com

Dari penelusuran di website, muncul nama Ifranius Algadri di korantangerang.com.

Di tahun 2016 beliau pernah menjadi terdakwa kasus TPPU Tindak Pindana Pencucian Uang dan disana tercantum juga nama Alvin Lim, pengacara yang sekarang mendampingi Ifranius dalam kasusnya melawan Allianz karena klaim nya ditolak dan menyebabkan CEO atau Presiden Direktur Alllianz menjadi terdakwa.

Walaupun akhirnya Ifranius dinyatakan bebas di PN Tangerang. JPU waktu itu menuntut 9 tahun penjara dan denda 1 Milyar. (www.tangerangnet.com)

Baca juga :

Siapa Alvin Lim , sang pengacara ?

Presiden Direktur Allianz jadi tersangka

Modus Fraud di Asuransi

Bagaimana nasib nasabah jika Perusahaan Asuransi ditutup ?

 

3 Kelebihan Asuransi Jiwa Term Life

Dibandingkan dengan Asuransi Unitlink, ada 3 Kelebihan Asuransi Term Life :

  1. Tanpa biaya akuisisi
  2. Tanpa biaya administrasi bulanan
  3. Premi lebih murah

Asuransi ini sangat sesuai bagi individu yang menginginkan Uang Pertanggungan yang Continue reading