Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan (2)

graduation-pictures-clipart-best-jfvfo2-clipartAsuransi pendidikan dengan tabungan pendidikan adalah 2 hal yang berbeda.

Tabungan pendidikan kita menyimpan sejumlah uang pada periode tertentu untuk mendapatkan hasil yang cukup untuk biaya pendidikan anak kita tanpa adanya suatu proteksi.

Sementara asuransi pendidikan adalah tabungan pendidikan yang memiliki proteksi bilamana kita sebagai penabung atau orangtua terjadi risiko.

Untuk tabungan pendidikan kita bisa menabung di instrumen apapun tergantung pada kapan kita akan mengambil uang pendidikan tersebut. Jika kita ingin mengambilnya pada anak masuk TK akan berbeda pengalokasian dananya dibandingkan bila kita ingin mengambil dana tersebut pada saat kuliah. Untuk jangka waktu yang panjang bolehlah kita mengambil yang cukup mempunyai risiko tetapi hasilnya akan baik spt misalnya , reksadana atau saham. Untuk jangka pendek < 3 tahun, mungkin deposito atau obligasi akan lebih sesuai.
Namun itu semua jika disesuaikan dengan profil risiko kita, kalau kita bukan seorang risk taker, jangan terlalu banyak di saham, jantungan nanti..

Untuk asuransi, ada kelebihan dan kekurangan jika kita beli terpisah. Let’s say kalau kita beli terpisah dua instrumen tersebut, penyakit kritis menyerang kita ( misalnya jantung atau kanker) maka uang dari asuransi jiwa tidak akan keluar dan rutinitas menabung untuk pendidikan pasti terganggu, boro-boro nabung, makan aja mungkin susah kalau kena penyakit tersebut. Hal tersebut terjadi karena investasi kita di reksadana atau sarana investasi yang lain tidak terproteksi.

Ini berbeda bila kita mengambilnya menjadi satu, tabungan kita akan diproteksi bilamana kita meninggal atau tidak meninggal dalam arti kena penyakit kritis. Perusahaan asuransi kan akan terus menabungkan sejumlah uang yang kita tetapkan di awal.
Tentunya dengan adanya manfaat tambahan tersebut pada asuransi, akan timbul biaya-biaya. No free lunch istilahnya.

Berapa besar yang harus kita sisihkan tiap bulannya untuk persiapan pendidikan tersebut ? Kita menghitung nilai uang sekolah di masa depan + inflasinya, kemudian kita hitung present value uang tersebut bila kita menabungnya per bulan / per tahun. Dengan demikian persiapan kita untuk biaya pendidikan akan lebih jelas.

Yang banyak salah kaprah ialah, orang sudah merasa cukup bila menyisihkan dana pendidikan misalnya Rp 100ribu per bulan atau Rp 500 ribu/bulan atau bahkan Rp 1 jt/bulan. Dan mereka ingin menyekolahkan anaknya ke A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s