Apa gunanya asuransi kesehatan jika tidak bisa memproteksi seluruhnya ?

Ini adalah kejadian nyata dimana hal ini terjadi pada sang kepala keluarga yang mengalami sakit pada fungsi hatinya. Beliau mempunyai asuransi kesehatan dari suatu perusahaan asuransi dari Inggris yang prestasinya sangat bagus di Indonesia. Pada saat klaim pertama kali semua berjalan lancar, namun ternyata sakit beliau tidak kunjung sembuh hingga harus menjalani rawat inap yang kedua. Selesai rawat inap yang kedua, keluarga terkejut karena klaim yang diajukan tidak semuanya dibayar karena penyakit tersebut masih berkelanjutan dari rawat inap pertama sehingga yang diganti hanya biaya kamar & dokter, sementara obat2an yang notabene lebih mahal tidak diganti walaupun sebenarnya belum melebihi batas limit tahunan. Alhasil keluarga masih harus menambah biaya obat2an yang sangat mahal.

Berbekal pengetahuan mengenai klausul asuransi seperti itu, maka keluarga mencari alternatif asuransi lain. Untunglah baru-baru ada suatu perusahaan asuransi dari Switzerland yang mengeluarkan asuransi kesehatan yang sistem klaimnya menggunakan batas tahunan ( bukan per jenis klaim, seperti dokter, obat & biaya operasi ). Dengan sistem seperti ini walaupun mengambil paket yang paling kecil sekalipun, keluarga sudah bisa mengambil manfaat obat2an,dokter,operasi, dll  sampai dengan Rp 600jt sesuai kuitansi dari RS, walaupun dengan penyakit yang sama dalam satu tahun. Hebatnya, asuransi kesehatan ini pun menggunakan sistem cashless dan diterima di semua negara walaupun kita tinggal di negara tersebut sampai bertahun-tahun.

Pesan dari pengalaman ini ialah, selagi Anda mampu untuk membeli yang terbaik, gunakanlah kesempatan tersebut.  Kalau dianalogikan, apa gunanya mempunyai ban serep tapi kempes ?