Leader Asuransi Besar pindah ke Allianz

Per tanggal 5 November 2015, salah satu leader Asuransi Besar yang melegenda di terminasi (diakhiri hubungan kerja) oleh Perusahaan dengan alasan beliau menjual dan merekrut agen untuk asuransi lain. Walaupun hal itu tidak dapat dibuktikan namun secara resmi Perusahaan telah mengeluarkan surat terminasi permanen.

Adapun alasan yang diberikan oleh leader tersebut terkait pindahnya ke Allianz ialah :

  1. Adanya produk kanibalisme yang dijual di bank (bancassurance) yang sama dengan produk yang dijual oleh agen (agency) dimana produk yang dijual melalui bancassurance memiliki biaya akuisisi lebih rendah (istilah awamnya, lebih murah). Hal itu dapat terlihat dari nilai investasi yang lebih besar dibandinkan produk yang dijual melalui agency.
  2. Perusahaan mulai merekrut agen dengan fasilitas gaji dan komisi. Artinya agency akan bersaing dengan perusahaan yang memiliki modal sangat besar untuk menggaji karyawan. Dan database yang diberikan ialah nasabah yang sudah ada yang sebenarnya nasabah dari agency
  3. Produk yang kurang innovatif dibandingkan kompetitor
  4. Kompensasi yang kurang menarik dibandingkan kompetitor
  5. Sistem pengurangan poin jika performa tidak baik (polis lapse)

Hal-hal di atas itulah yang membuat sang leader pindah ke lain hati.

Selamat berjuang, semoga tetap sukses seperti sebelumnya ! dan jika Anda tertarik menjadi agen asuransi hub WA 08111-56091

35 thoughts on “Leader Asuransi Besar pindah ke Allianz

    • Liem lie sia says:

      Cieeeee di terminate…. Cieeee dennyy… Cieeeee salam 3 jari… Baik2 yah dirumah biru ehhhh salahhhh rumah baru.. Jgn nakal ya.. Mungkin nanti jiwa seraya lebih bagus pindah lg aja…

    • Alasan pindah tersebut terlalu dibuat-buat.
      Mangapa pertanyaan-nya tidak dibalik, ie:

      Bagaimana tanggung-jawabnya terhadap pihak nasabah2 yang sudah percaya dengan-nya selama bertahun-tahun(?)

      Bagaimana tanggung-jawabnya terhadap agent2 maupun leader2 rekrutan-nya yang sudah meninggalkan pekerjaan / usaha / nafkahnya untuk bergabung bersamanya di Prudential, yang mungkin tahun lalu masih dia bilang the Best dengan pose foto 2 jempol ditangan berlatar-belakang pemandangan indah di Amerika, Inggris dan Eropa(?)

      Bagaimana mungkin kompensasi tidak menarik, jika pajak penghasilan-nya saja bisa senilai sebuah mobil SUV(?)

      Setelah berpikir lurus (bukan logika terbalik), cuma satu jawaban…

      Kurangnya rasa bersyukur dapat membuat kita semua lupa diri,
      waspada, waspadalah…

    • Leader sukses di perusahaan sial yang sedang bermutasi jadi mahluk alien. says:

      Hahahahahaaa… semua pada bego ya yang masih membela perusahaan.. beda konteks kali sama membela negara.
      Kalau membela negara kan supaya anak cucu kita punya kehidupan yang lebih baik di masa depan.
      Dan justru itu lah yang dilakukan sang leader besar, memperjuangkan nasib anak cucu yang sudah dilahirkan di perusahaan lama supaya anak cucu bisa punya masa depan yang baik bahkan dengan rela mengorbankan income nya yang sangat besar. Semua dikarenakan perusahaan lama bukan lagi merupakan perusahaan yang bisa membuat kita bertumbuh dan punya kehidupan yang luar biasa. Jaman berubah, keadaan sudah berubah, tanah yang tadinya subur sudah menjadi tandus. Keju yang tadinya berlimpah sekarang sudah hilang (baca buku who moved my cheese ya). Saya adalah orang yang realistis. Aneh banget kalau ada org yang bilang kalau pindah perusahaan artinya kita tidak punya integritas. Kalau ga ngerti apa arti kata integritas, jangan sok tau bahas soal integritas. Justru setelah tau ada produk serupa yang lebih bagus untuk nasabah di bank, masih bisa kah Anda menjual produk yang lebih jelek dan mengatakan kalau produk Anda bagus? Jelas2 produk di beberapa bank sama persis manfaatnya namun dengan biaya akuisisi yang jauh lebih kecil sehingga nilai tunai nasabah akan jauh lebih besar. Di mana hati nurani Anda dan integritas Anda wahai org2 yang masih setia dengan perusahaan? Juga saat merekrut orang, saya juga sudah tidak bisa merekrut org dan mengatakan bahwa bisnis ini luar biasa, sementara saya mengetahui bahwa org yg saya rekrut akan punya nasib yang sial. Kenapa sial? Karena kalau pun berhasil mendapatkan nasabah, hati tidak tenang karena takut sewaktu-waktu nasabahnya di-approach oleh pihak bank dan ditawarkan produk serupa namun jauh lebih bagus. Yang tinggal hanyalah masalah persistency, minus produksi, dan clawback.
      Belum lagi hidup sebagai agent di perusahaan tersebut tidak pernah tenang, karena bisa diterminasi sepihak hanya karena ada 2 orang atau lebih yg memberikan kesaksian. Bagaimana jika ada org2 yang menjebak dan memberikan kesaksian palsu? Perusahaan akan langsung menterminate kita tanpa ada mediasi dan surat peringatan. Sungguh hidup sangat tidak tenang. Pergi ke kantor pun dicurigai oleh pemilik kantor agency. Dipaksa tanda tangan surat padahal di suratnya ditulis bahwa ditandatangani tanpa paksaan. Kalau ga mau tanda tangan dimusihin dan dicurigai. Hidup jadi penuh ketakutan. Itulah mengapa agent di perusahaan tersebut bernasib sial.
      Untuk masalah nasabah, saya tidak pernah menelantarkan nasabah saya, karena di mana pun saya berada, saya akan lakukan yang terbaik untuk membantu para nasabah saya. Justru yang mempersulit saya dalam melakukan pelayanan kepada nasabah saya sendiri adalah pihak perusahaan sial yang mempersulit para agent-nya untuk mengakses informasi. Sungguh aneh perusahaan sial ini. Jangan bilang kami tidak punya integritas karena meninggalkan nasabah kami, kami tidak pernah meninggalkan nasabah kami, perusahaan sial ini lah yang mempersulit. Jadi buat para nasabah, selama ini pihak perusahaanlah yang mempersulit para agent dalam memberikan pelayanan apabila si agent memutuskan untuk tidak melanjutkan berpartner bersama perusahaan sial tersebut.
      Buat para leader dan agent yang masih membela perusahaan, kalau memang lebih bagus, kenapa harus takut dan kebakaran jenggot. Sampe maksa2 leader2 ataupun agent2 di bawah kalian tanda tangan surat yang bertujuan mengintimidasi orang supaya tidak pindah ke perusahaan lain? Jika memang produk kalian bagus, kenapa takut nasabah2 akan dipindahkan ke perusahaan lain?
      Dan jika memang bagus, kenapa kalian takut untuk bertemu dan berdiskusi bareng membahas kelebihan dan kekurangan dari masing2 produk dan sistem bisnis?

      Salam dari leader yang sudah sukses di perusahaan lama dan mendukung perjuangan sang leader besar.

      • Cieeeeee fans nya denny.. Klo mau pindah, pindah aja bos. Ga masalah bos. Panjang bener curhatnya. Waktu di pru minus nya gede ya bos? Segitu terluka nya. Minus 100 juta. Produksi 50 juta. Andai ga ada minus emg dasarnya bos aja yg males. Pgn gampang? Ngapain pindah ke allianz bos. Ngepet aja. Klo ga ke gunung kawi bos. Salam yah buat denny. Bilangin anteng2 disana. Makin sukses. Semoga semakin ga di benci orang. Semoga semakin ga di sumpahin orang. Tenang bos. Kita di pru doain kalian yg pindah secara gentle, yg resign dr pru. Klo yg pake 2 kaki mah burung nya di copot aja bos. Malu sama burung. bilangin denny, suruh rekrut orang pru. Tp suruh resign. Masa iya bos anak istri masih makan pake uang pru. Tp jelek2in pru. Malu sama anak2 bos

      • semoga ke-SIAL-an itu yang akan melanda anda sendiri yang sudah meng “SIAL-SIAL” kan perusahaan yang sudah membantu diri anda sendiri dan keluarga anda menjadi sejahtera beberapa tahun kebelakang…(sudah jadi leader yg sukses toh dulu di PRU)

        Tidak bisakah anda pindah tanpa menjelek-jelekan perusahaan di mana dulu anda dilahirkan??? Apa bedanya anda sekarang dengan “kacang yang lupa kulit”…karena sebagaimana buruk rupa dan cacatnya orang tua kita ….TIDAK SEPATUTNYA kita hina dan rendahkan di saat dia renta dan mengalami keterbatasan…atau…apakah itu cerminan diri anda yang sesungguhnya? Hanya diri anda sendiri dan TUHAN yang tahu.

      • Leader sukses di perusahaan sial yang sedang bermutasi jadi mahluk alien. says:

        Wahai agen yang masih berjuang,

        Pertama, kesuksesan saya adalah karena berkat dari Tuhan dan usaha saya sendiri yang tentunya atas bimbingan dari leader yang luar biasa. Justru perusahaan bisa besar karena kami-kami yang sudah berjuang membuat perusahaan menjadi besar. Kalau Anda berbicara mengenai kacang lupa kulit, perusahaan lah yang sudah menjadi kacang lupa kulit. Sekarang sudah besar malah mau mematikan orang2 yang sudah berjasa membuat perusahaan menjadi besar dengan mengeluarkan produk yang sama persis tapi dengan hasil NILAI TUNAI INVESTASI YANG JAUH LEBIH BAGUS bila kita mengambil manfaat yang sama dan memasarkannya melalui jalur distribusi BANK. Saran saya bagi semua org yang membaca pesan ini, jika ingin mengambil polis dari perusahaan ini, sebaiknya ambil dari Bank saja, hasil investasi nilai tunai nya dalam 10 tahun bisa berbeda hampir 2x lipat. Untuk masalah pelayanan, perusahaan juga sudah menyiapkan hospital friends yang bisa membantu nasabah untuk klaim saat dirawat inap di rumah sakit. Jadi tidak butuh agen.

        Kedua, saya tidak menjelek-jelekkan perusahaan saya, karena apa yang saya bicarakan hanyalah fakta perusahaan yang memang sudah jelek.

        Ketiga, saya tidak mengerti dasar Anda berpikir dengan menganalogikan perusahaan seperti orang tua. Beda jauh sekali, seumur hidup kita tidak bisa mengganti orang tua kita, sementara kalau perusahaan, masa kita tidak boleh ganti dan harus selamanya bekerja ataupun berpartner sama satu perusahaan? Saya memaklumi kalau Anda setia sama perusahaan, karena ternyata perusahaan adalah seperti org tua Anda. Atau bahkan mungkin Anda lebih cinta perusahaan daripada org tua Anda?

        Saya mendoakan supaya Anda sukses luar biasa. ^_^

      • Sobat…saya bukan melarang siapa pun termasuk Anda dan Team Anda untuk pindah ke perusahaan lain, karena hidup itu pilihan dan saya hargai pilihan hidup kalian.

        Namun yang membuat saya tidak habis pikir, mengapa kepindahan itu harus “diembel-embeli” dengan segudang kejelekan (baca ke- “SIALAN”) di perusahaan sebelumnya(?) Yang mana terbukti sudah menghasilkan Mobil Mewah dan Rumah Mewah bagi diri Anda dan Team?

        Maksud saya cukup simple, maaf tanpa bermaksud menggurui;
        Jika mau pindah silahkan saja, awali segala sesuatunya dengan Jiwa Besar dan berpikir positif, saya yakin hasil Anda dan Team di tempat yang biru juga akan positif…Sbab apabila di mulai dengan akar kepahitan hati…sampai kapan pun akan negatif, karena “luka Batin” itu yang akan menyiksa diri kemana pun Anda pergi.

        Mengenai perumpamaan (analogi), saya hanya mencontoh Almarhum Guru Besar saya, yang senantiasa memberikan perumpamaan dalam memberikan pengajaran yang baik bagi murid-murid-Nya.
        Namun karena Beliau selalu berbicara tentang KEBENARAN dan KEBAIKAN ternyata hal itu yang memang harus dibayar mahal dengan nyawa-NYA (karena banyak yang tidak suka / merasa tersinggung).

        Semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan kita semua, dalam senantiasa berjuang demi kesejahteraan dan kebahagian keluarga kita masing2.

        Salam sukses luar biasa!

      • Leader sukses di perusahaan sial yang sedang bermutasi jadi mahluk alien. says:

        Wahai agen yang masih berjuang, jangan menjadi orang yang munafik, jika Anda menghargai keputusan orang lain, kenapa Anda memberikan coment-coment yang kurang baik terhadap orang-orang yang memilih untuk pindah?
        Ngomong koq plintat-plintut. Jadi orang kalau ngomong yang konsisten dong.

  1. Alasan pindah tersebut terlalu dibuat-buat.
    Mangapa pertanyaan-nya tidak dibalik, ie:

    Bagaimana tanggung-jawabnya terhadap pihak nasabah2 yang sudah percaya dengan-nya selama bertahun-tahun(?)

    Bagaimana tanggung-jawabnya terhadap agent2 maupun leader2 rekrutan-nya yang sudah meninggalkan pekerjaan / usaha / nafkahnya untuk bergabung bersamanya di Prudential, yang mungkin tahun lalu masih dia bilang the Best dengan pose foto 2 jempol ditangan berlatar-belakang pemandangan indah di Amerika, Inggris dan Eropa(?)

    Bagaimana mungkin kompensasi tidak menarik, jika pajak penghasilan-nya saja bisa senilai sebuah mobil SUV(?)

    Setelah berpikir lurus (bukan logika terbalik), cuma satu jawaban…

    Kurangnya rasa bersyukur dapat membuat kita semua lupa diri,
    waspada, waspadalah…

    • LSY says:

      ini tidak dalam konteks membela siapapun, tapi hanya sekedar informasi.
      Sebenarnya masalah di dalam agency/jalaur distribusi di Perusahaan Lama sudah menahun, 2-3 tahun.
      Si Leader sudah berusaha sedemikian rupa agar management melakukan sesuatu namun yang dilakukan management tidak maksimal.
      Beliau pindah bukan memikirkan income atau kurang syukur namun lebih karena memperhatikan masa depan para agent
      yang dibawahnya.
      Kira2 lebih mudah mana, meninggalkan penghasilan yg sudah Milyaran sebulan atau yg baru 10 jt sebulan ?

      • Ibu Lsy yth,

        Saya pun tidak dalam konteks memojokan seseorang atau membela perusahaan di tempat saya berjuang saat ini.
        Kita harus bijaksana melihat dari sudut pandang yang lain.

        Analoginya sama seperti masa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia 1945, yang mana semua elemen bangsa bersatu padu menentang penjajah,…BERSATU, ber-sama2 berjuang dan menderita, bahkan pemimpin2 pejuang kita sampai tersiksa dipenjara dan asingkan.
        Dan sejarah mencatat bahwa Mereka tidak “kabur ke Luar Negeri”, dan menjadi warga negara asing bukan?

        Perjuangan sang Leader mungkin akan lebih dihargai, apabila dia tetap berdiri teguh dan bersama-sama berjuang dengan kami, Itu apabila niatnya memang “tulus” memperjuangkan nasib dan masa depan agent2 dan leader2 yg direkrutnya.

        Kira2 lebih ber-martabat mana; berjuang bersama terlebih dahulu untuk membuat situasi menjadi lebih baik bagi semuanya…atau

        serta-merta pergi ke “lain hati”, sambil meng-ajak2 agent2 & leader2 yang lain juga untuk pergi mengikuti dia sambil terus menceritakan hal2 yang tidak baik tentang Perusahaan tempat dia dulu pernah dilahirkan, dibesarkan, sampai dia bisa berpenghasilan milyaran per-bulan.

        Sekali lagi tanpa bermaksud apa2, apabila dia memilih yang pertama, jangan bilang pindah perusahaan asuransi lain,…beralih usaha apa-pun akan saya ikuti…itu semua karena INTEGRITAS yang seharusnya dimiliki oleh sang Leader.

        Jadi mulai sekarang mohon anda jangan se-kali2 menilai seseorang dari segi penghasilannya semata-mata.

      • LSY says:

        coba kita lihat dari sisi lainnya,
        kenyataan nya sang leader sudah berusaha memperjuangkan para pengikut dan agen2 nya selama hampir 3 tahun dan hasilnya bukan lebih baik bahkan menjadi lebih buruk.
        Hal inilah yang membuat ia memutuskan hijrah ke perusahaan lain.
        Ini tidak bisa disamakan dengan membela negara, karena perusahaan tempat kita bekerja bukanlah negara ataupun aliran kepercayaan yang harus dibela sampai mati. Perusahaan hanyalah sebatas rekan kerja yang mana bila rekan kerja sudah tidak bisa dipercaya atau tidak ada lagi saling menghargai maka sudah selayaknya hubungan tersebut diakhiri.

        Lain ceritanya apabila kita berjuang demi perusahaan dan perusahaan juga mau berjuang membelikan susu untuk anak kita, membayarkan uang sekolah anak kita, membelikan rumah untuk keluarga kita, maka saran saya jangan tinggalkan perusahaan tersebut apapun yang terjadi.

      • prajurit komando says:

        hanya org yg jaman kecil pernah kejedot tembok kepalanya aja yg masih mau bertahan di merah…kesian ya blm pd dpt hidayah wkwkwkwkwk

  2. Liem lie sia says:

    Cieeee di terminateee.. Cieee denny pindah… Cieeeee allianz…. Baik2 ya dirumah biru, ehhhh salahhhhh dirumah baruuu.. Nanti jiwa seraya keluarin produk lebih bagus.. Pindah lagi uahhhh

  3. Cieeeee diterminateeeeee… Cieeeee denny pindahhh.. Baik2 ya dirumah biru.. Ehhh salahhhh dirumah baruu… Jangan nakal ya den.. Nanti jiwa seraya keluarin produk baru lg denny pindah lg aja. Lumayan duit transfernya buat pensiun

  4. Banyak yg belain nih.. Fans berat denny oetama nih.. Pindah mah pindah aja bang. Ribet banget, pake nyumpet2 lagi. Ga suka sama pru tp ga berani resign. Masih mau ya bang komisinya. Klo mau ngomongin pru jelek. Buru2 resign ya bang. Ga usa terima komisi lagi dr pru. Kan jd terhormat bang. Klo kaya kemaren bilang masih di pru. Tp jualan allien. Aduh itu burung mau di taro mana???

    • pebisnis-bukan-karyawan says:

      komisi kita itu konsekuensi pru atas kerja kita, ya hak kita buat nikmatin donk…hehehe…ga suka ma deny boleh aja, emosi jg boleh aja … tapi jgn asal defence ga puguh,bikin malu agen pru aja klo ga cerdas bikin argumentasi🙂

      • Bang ini mungkin orang pinter. Jualan and belain allien tp komisi dar pru. Ibarat pembantu kerja dirumah tetangga. Tp kita yg gaji. Capcay deh bang. Klo abang punya mental begitu. Rumah saya lg butuh pembantu nih bang

      • pebisnis-bukan-karyawan says:

        ni org new viSHITon bener2 vol otaknya kecil qkqkqkqk…udah gw bilang kita kerja cari nasabah di merah itu komisinya 5th dan itu hak kita krn udah dptin nasabah buat merah, di thn ke 2 gw mo pindah ke biru ato gw mo pindah kerjaan lain ya gw msh tetep pnya hak komisi itu donk,salahin merah tuh ngapain bikin sistem komisi 5th n ga ada aturan gw kudu bertahan jg selama 5th bro…lo bego bngt se bikin analogi pembantu ga nyambung sama skali…orang klo udah jadi fanatik biasanya emang bego2 otaknya,mirip onta2 fpi wkwkwkwk

      • Leader sukses di perusahaan sial yang sedang bermutasi jadi mahluk alien. says:

        Kalau saya lihat New viSHITon adalah orang yang kurang cerdas yang cuma penuh rasa iri hati, karena tidak bisa membedakan bahwa penghasilan yang didapatkan dari perusahaan lama adalah dari hasil kerja sebelumnya. PRT juga kalau udah kerja sebulan pasti punya hak atas hasil kerjanya. Atau situ mau jadi PRT saya selama setahun trus ga usah saya bayar? Gitu aja koq ga bisa bedain sih? Masa kecil pernah dibanting sama ortu ya?

    • Betul sekali ALLIANZ luar bissa. Terima kasih Allianz sudah izinkan saya bergabung walaupun bukan pake nama saya. Sangat berbeda dengan PRU. Gak kasih kita2 orang untuk join pake nama orang lain. Saya jg sama dengan pak denny. Awalnya join dulu ke allianz pake nama orang lain. Lumayan komisi jalan terus sampe nanti di terminate karena ketauan. Hebatnya allianz mereka menargetkan merekrut orang2 yg lg melempem di Pru. Waktu saya di Pru. Saya ga pernah di ajarin gimana cara rekut agent allianz. Sampe saat ini saya masih nyumpet2 sama pru. Ada beberapa temen2 saya yg uda ketauan sama pru. And akhirnya di terminasi. Kaya pak denny. Saya masih belom ketauan. Hahahaha.. Thank u ALLIANZ !!! We ara the numer One !!! Hidup New Vision !!

  5. Sama banget kaya mental pembantu rumah tangga sekarang yah bang. Kerja di rumah sebelah yg gaji rumah kita. Bang dirumah lg ga ada yg buat nyirem taneman. Mau terima job bang?

  6. Hidup allianz. Saya sekarang mendapatkan komisi double. Prudential iya dan di allianz pun iya. Karena allianz mengijinkan saya bergabung bersama perusahasn ini dengan nama orang lain. Luar biasa sekali perusahasn Allianz ini. Berbeda dengan Prudential, yg sulit sekali menerima mantan agent Allianz. Semenja Pak Denny Oetama pindah. Saya semangat untuk pindah. Walaupun komisi saya belum seperti di Pru. Itu sebabnya saya masih berbaju Prudential. Berhati Allianz. Salut untuk Allianz. Dan Terima kasih Allianz. Mengizinkan saya bergabung menggunakan nama orang lain

  7. Hidup allianz. Saya sekarang mendapatkan komisi double. Prudential iya dan di allianz pun iya. Karena allianz mengijinkan saya bergabung bersama perusahasn ini dengan nama orang lain. Luar biasa sekali perusahasn Allianz ini. Berbeda dengan Prudential, yg sulit sekali menerima mantan agent Allianz. Semenja Pak Denny Oetama pindah. Saya semangat untuk pindah. Walaupun komisi saya belum seperti di Pru. Itu sebabnya saya masih berbaju Prudential. Berhati Allianz. Salut untuk Allianz. Dan Terima kasih Allianz. Mengizinkan saya bergabung menggunakan nama orang lain

  8. DIANCAM TERMINATE DAN DISURUH MUNDUR OLEH LEADER P says:

    saya juga mau pindah ke si-AL, status saya skrg masin agen di P, namun saya tidak suka dengan sistem terminate nya. leader saya menyuruh saya mengundurkan diri atau mengancam akan menterminate saya, konyolnya hanya krn mslh pribadi. si leader sibuk mau program pregnancy, sehinggal gak bisa/susah di hubungi, semua2 suruh sekertaris, bahkan saya disuruh memalsukan ttd nya untuk rekrut agen, yg jelas saya tolak. banyak hal yg gak cocok dengan leader tsb, saya baru gabung 1,5bln di P dan senin besok mengajukan resign. -_- sakit hati harus menunggu 1/2 tahun untuk bisa gabung ke perusahaan lain. parahhhh!!

Comments are closed.