Di mana harus membeli Asuransi ?

Sebagaimana suatu produk, maka Asuransi pun mempunyai beberapa jalur distribusi sebelum ke enduser (nasabah), a.l yaitu :

  • Bancassurance : Bekerjasama melalui bank atau kartu kredit
  • Telemarketing  : Via Telephone oleh Sales, biasanya produk yang ditawarkan cukup sederhana seperti asuransi kecelakaan, dan hospital cash plan
  • Direct Marketing : Ini yang paling umum, yaitu melalui agen asuransi atau mereka sering dikenal dengan Financial Consultant atau Financial Planner , atau lebih tepat nya Financial Advisor.

Dari ketiga jalur distribusi tersebut masing-masing memiliki ciri tersendiri dan keunggulan tersendiri. Kita sebagai nasabah atau calon nasabah harus pintar-pintar sebelum memutuskan membeli. Karena tentunya sang agen penjual baik itu melalui bancassurance, telemarketing atau direct marketing pasti menjual kelebihan Asuransi yang mereka tawarkan. Dalam hal ini Anda tidak bisa membandingkan antara beberapa perusahaan Asuransi.

Untungnya di Indonesia saat ini sudah mulai bermunculan Financial Planner atau Perencana Keuangan yang bersertifikasi dan bersifat independen. Mencari Asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda melalui Independen Financial Planner adalah keputusan yang sangat tepat karena Financial Planner tidak mengejar target atau diharuskan menjual produk tertentu, bahkan Financial Planner mengerti lebih banyak produk Asuransi sehingga dapat memberikan masukan yang sangat baik untuk membantu Anda mengambil keputusan.

Contoh Sederhana :

Bila Anda sedang mencari makan siang dan belum tahu mau makan apa, mana yang lebih nyaman , datang ke Food Court    ( yang banyak pilihannya ) atau hanya ke satu rumah makan ( dimana pilihannya terbatas ) ?

Ingat :  Menjual (atau Penjual) selalu fokus pada satu produk/merk, Pembeli harus banyak melihat (membandingkan)

Top 17 Best Insurance 2008

Berikut adalah top 17 insurance versi asuransiku, berdasar referensi dari majalah Infobank dan Investor 2008, menurut abjad :

Bancassurance

Apa jadinya kalau yang menjual asuransi bukan lagi agent, tetapi bank ?

Bancassurance jawabannya. Sinergi dari sebuah bank dan perusahaan asuransi, seperti pabrik dan jaringan distribusinya. Bank sebagai reseller perusahaan asuransi.

Ditinjau dari segi bisnis bank dan asuransi, keduanya menciptakan sinergi yang positif.

  1. Data calon nasabah sudah tersedia pada bank yang bersangkutan, hanya membutuhkan indoor sales untuk memfollow upnya
  2. Jaringan dari bank tersebut yang sudah tersebar, dan biasanya bank tersebut sudah terkenal, sehingga asuransi ikut ‘nebeng’ nama bank tersebut.
  3. Bank akan mendapatkan komisi dari perusahaan asuransi tersebut walau tidak sebesar komisi agent.
  4. Melengkapi dan memberikan nilai tambah pada produk yang sudah ada, dengan adanya tambahan asuransi
  5. Produk yang customize disesuaikan dengan market bank sebagai retailnya.