Asuransi Tradisional

Berbeda dengan Asuransi UnitLink, dimana kita bisa mengetahui kemana perusahaan asuransi menanamkan investasinya, bahkan kita boleh melakukan alokasi aset premi yang kita setorkan seperti ke deposito, obligasi, pasar uang ataupun pasar saham.

Pada Asuransi Tradisional, transparansi alokasi investasi perusahaan asuransi sangat kurang. Nasabah hanya dijanjikan tingkat pengembalian sesuai di kontrak ditambah bonus yang tidak pasti jumlahnya.

Kelebihan dari Asuransi Tradisional dibandingkan dengan UnitLink ialah dari faktor risiko tingkat pengembalian. Pada Asuransi Tradisional, nasabah dijamin tingkat pengembalian tertentu sesuai kontrak polis di awal.

Kekurangannya ialah, tingkat pengembalian yang dijanjikan tidak sebesar dalam UnitLink. Sehingga biasanya ada istilah ‘uang yang kita setorkan tidak kembali’

Semua Kecap no.1 !

“Semua kecap no.1 !”, tentunya pernah mendengar slogan tadi. Sama dengan asuransi semua agennya atau paling tidak trainernya harus menyampaikan bahwa perusahaannya adalah yang no.1 , agar dapat memberikan keyakinan kepada para agen dan juga para calon nasabah.

Sebagai nasabah atau calon nasabah kita perlu tahu juga, kalau memang no.1 dari segi yang mananya ? Yang perlu diperhatikan adalah apakah perusahaan itu bertumbuh/berkembang dalam hal :

1. Aset
2. Ekuitas
3. Cadangan Premi
4. Premi Netto
5. Hasil Investasi
6. Pendapatan
7. Laba Bersih
8. Rasio Biaya Akuisisi terhadap Premi Netto
9. ROA ( Return on Asset ),
Perbandingan laba bersih dengan aset
10. ROE ( Return on Equity )
Perbandingan laba bersih dengan ekuitas
11. RBC ( Risk Based Capital )
Rasio kecukupan modal asuransi ( optimum 120-250%)
12. Persentase Hasil Investasi
( terhadap rata-rata investasi tahun sebelumnya )
13. TATO ( Total Asset Turn Over )
14. Pangsa Pasar Premi Netto