NILAI TUNAI PADA POLIS , YANG KADANG TIDAK TUNAI

Coba pelajari lagi polis asuransi yang Anda beli , apakah memiliki Nilai Tunai atau tidak. Tidak semua polis mempunyai Nilai Tunai.

Apakah Nilai Tunai itu ? Nilai Tunai ialah sejumlah uang yang nasabah bisa dapatkan apabila membatalkan suatu polis atau hendak mengambil sejumlah uang yang ada pada polis, yang besarnya sesuai dengan premi yang dibayarkan dan ketentuan lain pada polis.

Tidak semua Nilai Tunai bisa diambil seperti layaknya pada ATM tetapi harus mengikuti prosedur yang berlaku. Pada beberapa polis bila Anda mengambil Nilai Tunai maka dianggap sebagai pinjaman yang harus dikembalikan dan dikenakan bunga ( Ini biasanya pada asuransi tradisional ). Sedangkan pada polis nontradisional/unitlink Anda bisa mengambil tanpa dikenakan bunga, tetapi akan dikenakan pajak 20% atas bunga bila untuk usia polis tertentu.

 

Pajak dalam Asuransi

Beberapa minggu lalu, ada sebuah wacana dari kantor pajak bahwa mereka akan meminta data nasabah perusahaan asuransi dalam rangka mengejar wajib pajak.

Keruan saja para pelaku industri menjadi resah dan tidak menanggapi permintaan ini. Hal ini dapat dimaklumi karena data nasabah pada perusahaan asuransi adalah sangat confidential. Jika hal ini benar-benar dilaksanakan maka perusahaan asuransi dipastikan akan lebih sulit lagi mendapatkan nasabah.

Berbeda dengan beberapa negara berkembang, ambil contoh di Jepang. Premi yang masuk ke asuransi dapat dijadikan dasar PTKP ( Penghasilan Tidak Kena Pajak ). Di Indonesia hal serupa masih menjadi wacana dan terus diperjuangkan oleh AAJI. Bila pembayaran premi boleh dijadikan dasar PTKP sebagaimana zakat resmi, maka industri asuransi akan lebih cerah lagi.

Namun sebaliknya, jika data nasabah diubek-ubek pajak, industri asuransi pasti loyo.