Top 10 Asuransi Jiwa 2013

Majalah investor tahun ini memeringkat beberapa asuransi jiwa terbaik. Saya mengambil 10 besar dari asuransi yang sudah diperingkat dari Majalah Investor berdasar aset.

Silahkan klik di sini

Asuransi Pada Kehamilan & Setelah Kelahiran

Asuransi Kehamilan biasanya dapat dimiliki melalui perusahaan tempat kita bekerja, namun ada juga perusahaan asuransi yang memberikan asuransi kehamilan untuk individu walaupun manfaatnya berbeda.

Manfaaat asuransi kehamilan pada umumnya yaitu manfaat penggantian biaya kelahiran baik normal ataupun caesar pada asuransi yang diambil di tempat bekerja.

Untuk manfaat asuransi kehamilan pada individu manfaatnya berbeda, yaitu manfaat atas risiko atas kehamilan yang sedang terjadi a.l :

  • Manfaat meninggal dunia atas calon bayi selama berada di dalam kandungan
  • Manfaat meninggal dunia atas ibu calon bayi atau calon bayi  dan ibu calon bayi bersamaan selama calon bayi masih berada di dalam kandungan
  • Manfaat komplikasi kehamilan dan/atau komplikasi kelahiran untuk ibu calon bayi
  • Rawat inap calon bayi dan kembarannya (jika ada) di Inkubator bayi, setelah dilahirkan
  • Manfaat kelainan bawaan untuk calon bayi dan kembarannya (jika ada) mis : bibir sumbing, dll
  • Manfaat meninggal dunia dan cacat tetap total bayi setelah dilahirkan.

Saat ini hanya ada satu perusahaan yang mengeluarkan manfaat seperti ini yaitu Prudential dengan produk Pru My Child

Apakah Inner Limit ?

Dalam asuransi kesehatan terdapat istilah inner limit, apakah itu ?

Dalam asuransi kesehatan terutama yang sifatnya cashless, ada 2 macam batasan (limit) yaitu limit tahunan dan inner limit. Limit tahunan adalah batasan jumlah yang bisa diklaim dalam satu tahun, sementara inner limit ialah batasan untuk setiap jenis klaim mis dokter, obat2an, operasi dll.

Contoh yang memakai inner limit ialah Asuransi Prudential, PruHospital & Surgical, dimana selain ada batasan dalam setahun namun juga dibatasi untuk klaim dokter, obat, ataupun jenis operasi. Misalnya diambil Plan C dimana batasan dalam 1 tahun Rp 215jt, dan obat2an Rp 9,8jt. Bila pada suatu waktu klaim obat2an mencapai Rp 20jt namun batas tahunan belum mencapai Rp 215jt, maka asuransi hanya berkewajiban mengganti sebesar Rp 9,8jt, kekurangan dibayar oleh nasabah.

Bagaimana dengan Asuransi yang tidak menerapkan inner limit ?

Inner Limit & Yearly Limit Dalam Asuransi Kesehatan

Dalam Asuransi Kesehatan, ada 2 jenis tipe asuransi kesehatan yaitu :

  • Cash Plan : Penggantian harian rawat inap sesuai plan yang dipilih dan
  • Hospital Benefit atau Hospital Surgical : Penggantian selain kamar, juga dokter, obat2an, dll…

Untuk lebih detil tentang kedua tipe asuransi di atas dapat dilihat pada artikel 2 macam asuransi kesehatan. Dengan berkembangnya asuransi dan kebutuhan masyarakat, saat ini pada Hospital dan Surgical juga terbagi lagi atas 3 macam , yaitu :

  1. Dengan inner limit dan Yearly limit (Batas Tahunan)
  2. Dengan inner limit tapi tanpa Yearly limit
  3. Tanpa inner limit tapi dengan Yearly limit

Sebagai contoh 1 Inner Limit & Yearly Limit, Plan C memberikan penggantian berupa:

  • Kamar  : 500 ribu /hari
  • Dokter : 200 ribu /hari
  • Obat2an : 10 jt/penyakit
  • Operasi Besar : Rp 100 jt
  • Batas tahunan : 200 jt

Contoh 2 Inner Limit dan tanpa Yearly Limit, Plan C memberikan penggantian berupa :

  • Kamar : 500 ribu/hari
  • Dokter : 200 ribu/hari
  • Obat2an : 10 jt/penyakit
  • Operasi Besar : 100jt
  • Batas tahunan : Tidak Ada

Contoh 3, Tanpa Inner Limit dan dengan Yearly Limit,

  • Kamar : 500 ribu/hari
  • Dokter : Sesuai tagihan
  • Obat2an : Sesuai tagihan
  • Operasi Besar : Sesuai tagihan
  • Batas tahunan : Rp 200 jt

 

Contoh produk perusahaan asuransi yang menerapkan Inner Limit dan Yearly Limit ialah Prudential Hospital & Surgical, Inner Limit tapi tanpa Yearly Limit ialah Allianz Maxi Violet, Tanpa Inner Limit tapi dengan Yearly Limit ialah Acelife Hospital & Surgical.

 

 

10 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Tidak Dibayar

10 Alasan mengapa klaim tidak dibayar:

  1. Tidak termasuk dalam klausul (perjanjian kontrak), mis : meninggal karena kecelakaan, namun ternyata nasabah meninggal karena sakit maka klaim meninggal tidak akan dibayarkan
  2. Termasuk dalam pengecualian, mis : beberapa jenis kanker seperti kanker kulit, prostat, dll ( setiap perusahaan asuransi menetapkan jenis kanker yang berbeda yang tidak bisa diklaim. Atau meninggal karena melakukan kejahatan, itu juga termasuk dalam pengecualian
  3. Penyakit yang sudah ada, jika dalam diagnosa diketahui bahwa klaim yang diajukan diakibatkan penyakit yang sudah ada sebelum polis berlaku dan tidak tercantum dalam polis, maka klaim tidak dibayar.
  4. Dokumen yang tidak lengkap. Diperlukan kelengkapan dokumen saat klaim mis : surat keterangan dokter, surat klaim dari nasabah sendiri. Kurangnya satu saja dokumen maka klaim tidak akan dibayarkan.
  5. Masih dalam masa tunggu. Beberapa jenis klaim seperti penyakit kritis, rumah sakit memerlukan masa tunggu (waktu setelah polis terbit) antara 30 – 365 hari. Jika penyakit yang diklaim termasuk dalam masa tunggu maka klaim tidak dibayar.
  6. Polis dalam keadaan lapse. Lapse yang berarti polis tidak aktif dikarenakan belum terbayarnya premi yang jatuh tempo maka perusahaan asuransi tidak akan membayarkan klaim yang diajukan.
  7. Klaim diajukan lewat dari waktu yang ditentukan. Biasanya perusahaan asuransi menetapkan batas waktu untuk klaim antara 30-60 hari, lewat dari waktu tersebut maka klaim tidak akan dilayani.
  8. Klaim diajukan karena nasabah melakukan tindak kejahatan. Mis : masuk RS karena dipukuli massa sewaktu mencuri.
  9. Tindak kejahatan asuransi, mis : sengaja memotong jari sendiri demi mendapatkan uang penggantian. Atau ahli waris yang melakukan kejahatan terhadap tertanggung mengingat besarnya uang klaim yang akan didapatkan.
  10. Berada di luar wilayah kontrak. Mis : dalam kontrak tertulis semua kejadian yang terjadi di Indonesia, namun ternyata kejadian ada di luar Indonesia maka klaim akan ditolak.

Melihat banyaknya alasan klaim asuransi tidak dibayarkan, maka penting bagi para pemegang polis untuk mempelajari kontrak secara cermat karena setiap perusahaan asuransi jiwa mempunyai aturansi yang berbeda.

Apa gunanya asuransi kesehatan jika tidak bisa memproteksi seluruhnya ?

Ini adalah kejadian nyata dimana hal ini terjadi pada sang kepala keluarga yang mengalami sakit pada fungsi hatinya. Beliau mempunyai asuransi kesehatan dari suatu perusahaan asuransi dari Inggris yang prestasinya sangat bagus di Indonesia. Pada saat klaim pertama kali semua berjalan lancar, namun ternyata sakit beliau tidak kunjung sembuh hingga harus menjalani rawat inap yang kedua. Selesai rawat inap yang kedua, keluarga terkejut karena klaim yang diajukan tidak semuanya dibayar karena penyakit tersebut masih berkelanjutan dari rawat inap pertama sehingga yang diganti hanya biaya kamar & dokter, sementara obat2an yang notabene lebih mahal tidak diganti walaupun sebenarnya belum melebihi batas limit tahunan. Alhasil keluarga masih harus menambah biaya obat2an yang sangat mahal.

Berbekal pengetahuan mengenai klausul asuransi seperti itu, maka keluarga mencari alternatif asuransi lain. Untunglah baru-baru ada suatu perusahaan asuransi dari Switzerland yang mengeluarkan asuransi kesehatan yang sistem klaimnya menggunakan batas tahunan ( bukan per jenis klaim, seperti dokter, obat & biaya operasi ). Dengan sistem seperti ini walaupun mengambil paket yang paling kecil sekalipun, keluarga sudah bisa mengambil manfaat obat2an,dokter,operasi, dll  sampai dengan Rp 600jt sesuai kuitansi dari RS, walaupun dengan penyakit yang sama dalam satu tahun. Hebatnya, asuransi kesehatan ini pun menggunakan sistem cashless dan diterima di semua negara walaupun kita tinggal di negara tersebut sampai bertahun-tahun.

Pesan dari pengalaman ini ialah, selagi Anda mampu untuk membeli yang terbaik, gunakanlah kesempatan tersebut.  Kalau dianalogikan, apa gunanya mempunyai ban serep tapi kempes ?

Forbes 2000 : Top 20 Insurance Company

Top 20 Insurance ( Diversified & Life&Health ) :

  1. Allianz , Germany ( Diversified )
  2. AIG, US ( Diversified )
  3. ING Group, Netherland ( Diversified )
  4. AXA Group, France ( Diversified )
  5. China Life Insurance, China ( Life & Health )
  6. Zurich Financial Services, Switzerland ( Diversified )
  7. Met Life, US ( Diversified )
  8. Generali Group, Italy ( Diversified )
  9. Munich Re, Germany( Diversified )
  10. Prudential Financial, US ( Life & Health )
  11. Prudential, UK, (Life & Health)
  12. Aviva, UK (Life&Health)
  13. Ping An Insurance Group, China (Diversified)
  14. Aegon, Netherland, (Diversified)
  15. Aflac, US, (Diversified)
  16. AIA Group, Hongkong-China (Life&Health)
  17. ACE Insurance, Switzerland (Diversified)
  18. CNP Assurance, France (Diversified)
  19. Swiss Re Group, Switzerland (Diversified)
  20. Legal & General Group, UK (Life&Health)

Ada perbedaan grup yaitu Diversified dan Life & Health, di mana pada dasarnya asuransi dibagi menjadi 2 yaitu : Asuransi Umum & Asuransi Jiwa.

Diversified : Asuransi Jiwa & Umum, dan Re-asuransi

Life & Health : Asuransi Jiwa & Kesehatan

Untuk informasi lebih lengkap silahkan klik ke FORBES

Dari urutan 1 – 20, hanya ada beberapa yang ada di Indonesia yaitu , Allianz,Aviva,AIG, AXA, Zurich, Generali Group, Prudential, AIA, Sun Life, & ACE Insurance

Beberapa asuransi yang pernah ada di Indonesia dan saat ini sudah diakuisisi oleh asuransi lain yaitu : ING Group & Met Life